19 February 2026

Get In Touch

Benarkah Jajan Sembarangan Bisa Melatih Imun Anak? Ini Kata Dokter

Benarkah Jajan Sembarangan Bisa Melatih Imun Anak? Ini Kata Dokter

Terkadang lingkungan yang sangat steril tidak optimal untuk perkembangan sistem imun anak. Interaksi yang dialami oleh anak dengan alam dan paparan mikroba yang beragam di awal kehidupan cenderung bisa membangun sistem imun yang lebih kuat.
Menurut dokter spesialis anak Susanti Himawan, jika anak langsung terpapar langsung dengan mikroba yang beragam maka tidak bisa diartikan sebagai higienitas yang buruk.

Memaparkan ke berbagai mikroba itu sangat baik untuk perkembangan imun tubuh setiap anak. Tapi, itu tidak sama dengan higienitas yang buruk,” kata dr. Susanti.

Menurut dokter Susanti, paparan terhadap mikrobiota dan antigen, yang dimaksud di sini adalah kuman dan elemen di lingkungan sehari-hari. Seperti bermain di tanah, berinteraksi dengan hewan peliharaan, atau sekedar bermain ke taman. 

Aktvitas ini dinilai cukup agar tubuh mudah mengenali berbagai macam antigen sehingga antibodi bisa terbentuk lebih baik. Paparan mikroba yang berbagai macam dan bisa membantu mengatur respons imun dan menurunkan risiko alergi, eksim, dan asma.
Makanan warung tidak selamanya buruk

Menurut dr.Susanti, terkait konsumsi makanan, kebersihan dan keamanan pangan harus tetap menjadi prioritas. Ia menyebutkan bahwa, makanan warung atau jajanan kaki lima boleh-boleh saja untuk dikonsumsi oleh anak selama makanana tersebut mengandung gizi, diolah dengan bersih, dan tidak mengandung bahan yang berbahaya.

“Jadi, memaparkan mikroba itu memang baik. Tapi, tidak sama dengan higienitas yang buruk. Tetap harus dijaga higienitas,” kata dr. Susanti.
Tidak hanya itu, mengkonsumsi snack yang ringan seperti keripik atau makanan kemasan lain di minimarket, minuman yang tingi gula, sebaiknya dibatasi dalam pengonsumsian makanan seperti itu.

“Mungkin ada bahan pengawet, kadar natruim atau garam-garamnya juga tinggi, berisiko anaknya mengalami hiopertensi,” ujar dr.Susanti.
Peran orangtua juga sangat diperlukan dalam memperhatikan makanan yang dicerna. Lebih baik jika membuat jajan sendiri karena bahan-bahan yang digunakan, pengelolahan, lebih kesehatan dan higienitasnya.

“Bikin kripik tempe sendiri kalau orangtuanya rajin. Lalu buah. Kalau mau lebih repot lagi, misalnya buat risol dan lain sebagainya. Itu malah lebih bergizi,” tambahan dr.Susanti.

Jajanan telur gulung atau cilok juga lebih disarankan para orang tua untuk membuat sendiri untuk memastikan kesehatan anak. Menurut dr. Susanti, orang tua tidak mengetahui kondisi minyak yang dipakai atau adanya tambahan bahan lain dalam jajanan luar. Oleh karena itu, memasak di rumah dinilai lebih aman untuk langakah pencegahan yang maksimal.

“Kalau homemade, kita tahu bahannya, kualitasnya, cara pembuatannya. Masih mending orangtua masak sendiri di rumah,” pungkas dr.Susanti. (Itqiyah_UINSA yang berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.