BOGOR (Lentera) -Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menutup sementara aktivitas pembangunan proyek perumahan di kawasan Sentul City, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.
Langkah ini diambil menyusul bencana banjir lumpur dan batu yang menerjang wilayah tersebut pada Rabu (11/2/2026).
Banjir yang membawa material lumpur serta batu itu sempat viral setelah menyebabkan satu unit mobil hanyut terbawa derasnya arus.
Penutupan dilakukan setelah Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan inspeksi mendadak ke lokasi.
Plt Kepala DPTR Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menegaskan bahwa penutupan sementara ini bertujuan untuk mencegah potensi banjir susulan sekaligus memastikan keamanan kawasan tersebut.
"Kami telah melakukan pemeriksaan lapangan. Akibat banjir kemarin di kawasan ER 13 Sentul City, langkah yang dilakukan Pemkab adalah penutupan sementara terhadap kegiatan pembangunan,” kata Eko kepada wartawan.
Evaluasi Perizinan dan Kekuatan Lahan
Eko menjelaskan bahwa penutupan akan berlangsung hingga seluruh aspek teknis dinyatakan clear and clean. Pemkab Bogor juga akan mengevaluasi kembali izin serta kekuatan lahan untuk memastikan apakah lokasi tersebut masih layak dijadikan kawasan hunian.
“Selain penutupan, akan dilakukan evaluasi terhadap perizinan dan kondisi teknis lahannya. Kalau secara teknis masih layak dan clear and clean, pengembang bisa melanjutkan sesuai prosedur yang ditetapkan,” ujarnya.
Namun, jika hasil evaluasi menunjukkan kondisi alam tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, Pemkab Bogor akan meminta pengembang untuk segera menyesuaikan rencana pembangunannya.
Sentul City Janji Perkuat Drainase
Pihak manajemen PT Sentul City Tbk menyatakan bersikap kooperatif atas inspeksi tersebut. Direktur PT Sentul City Tbk, Jeyson Pribadi, mengatakan pihaknya memberikan akses penuh kepada tim Pemkab Bogor untuk meninjau sistem drainase mereka.
“Kami menerima inspeksi ini sebagai bentuk pengawasan yang konstruktif. Perseroan berkomitmen mengikuti seluruh arahan Pemkab Bogor dan memastikan langkah mitigasi dilaksanakan sesuai regulasi,” ujar Jeyson.
Jeyson memastikan limpasan air yang terjadi tidak memasuki area hunian dalam klaster dan sudah berhasil tertangani. Pihaknya berjanji akan melakukan penghijauan dan penguatan fungsi resapan air pada lahan-lahan yang belum terbangun sebagai mitigasi jangka panjang.
“Pengembangan kawasan Sentul City dilaksanakan dengan prinsip kepatuhan. Program penghijauan dan penguatan fungsi resapan air terus kami jalankan, termasuk optimalisasi penanaman pohon pada lahan-lahan yang belum terbangun sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Pokoknya kedepan kita akan evaluasi. Keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama kami,” tuturnya, mengutip Kompas, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, hujan deras pada Rabu sore menyebabkan banjir di dua desa, yakni Desa Bojong Koneng dan Desa Cijayanti. Di Bojong Koneng, banjir lumpur menghanyutkan satu mobil di jalan perumahan.
Sementara di Desa Cijayanti, tepatnya di Kampung Babakan Cicarewed, banjir merendam permukiman warga dari RT 01 sampai RT 05. Tercatat puluhan rumah terendam air dan 8 di antaranya dilaporkan mengalami rusak berat akibat terjangan banjir (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
