10 February 2026

Get In Touch

Mas Ipin Dorong Pelestarian Biodiversitas, Tekankan Keseimbangan Alam dan Peran Ekosistem di Trenggalek

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (tengah) menerima buku Biodiversitas Trenggalek 2025 dalam kegiatan diseminasi di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian upaya meningkatkan kesadaran pelestarian keanekaragaman
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (tengah) menerima buku Biodiversitas Trenggalek 2025 dalam kegiatan diseminasi di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian upaya meningkatkan kesadaran pelestarian keanekaragaman

TRENGGALEK (Lentera) – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin menegaskan pentingnya pelestarian biodiversitas, sebagai kunci menjaga keseimbangan alam sekaligus keberlangsungan hidup manusia.

Dalam diseminasi buku Biodiversitas Trenggalek 2025 di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2/2026), ia menyoroti keterkaitan erat antara ekosistem, rantai makanan, serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada alam.

Mas Ipin menjelaskan, bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari alam, mulai dari kebutuhan dasar seperti udara, air, hingga sumber pangan. Oleh karena itu, upaya menjaga lingkungan tidak hanya berfokus pada hutan, tetapi juga seluruh flora dan fauna yang menjadi bagian dari ekosistem.

“Penting, karena kita hidup tergantung pada alam. Udara yang kita hirup, kemudian air yang kita konsumsi, semua bersumber dari alam,” ujar Mas Ipin.

Ia menambahkan, keseimbangan rantai makanan harus dijaga agar tidak menimbulkan konflik antara satwa dan manusia. Menurutnya, ketika ekosistem terganggu, hewan pemangsa berpotensi masuk ke permukiman karena kehilangan sumber makanan di habitat aslinya.

“Kalau rantai makanannya terputus, pasti nanti akan mengganggu pemukiman,” katanya.

Selain itu, Mas Ipin menyoroti peran penting satwa dalam mendukung sektor pertanian, terutama proses penyerbukan yang masih banyak bergantung pada kupu-kupu, burung, kelelawar, dan berbagai hewan lainnya.

Ia menilai, pelestarian biodiversitas juga berdampak langsung terhadap keberhasilan panen masyarakat agraris.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana mengembangkan konsep giant aviary atau jaring aviari di kawasan Hutan Kota. Konsep tersebut memungkinkan satwa hidup lebih alami tanpa harus dikurung, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kota atraktif yang ramah bagi manusia maupun ekosistem.

Mas Ipin juga menekankan pentingnya membangun kesadaran publik melalui edukasi dan pembentukan “guardian” atau penjaga lingkungan. “Harapannya mahasiswa dan seluruh masyarakat sadar pentingnya menjaga flora dan fauna. Jangan sampai diburu atau diperjualbelikan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, turut menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian biodiversitas di Trenggalek. Ia mengungkap potensi keanekaragaman hayati daerah tersebut, salah satunya Lola Merah, jenis siput dengan cangkang unik yang bernilai ekonomis.

Menurutnya, pelestarian alam akan menjadi daya tarik masa depan karena masyarakat mulai kembali mencari pengalaman yang dekat dengan alam dibandingkan sekadar orientasi material.

 

 Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.