10 February 2026

Get In Touch

Isi Piring Makanmu, Cermin Masa Depan Kulitmu

Isi Piring Makanmu, Cermin Masa Depan Kulitmu

SURABAYA ( LENTERA ) - Penuaan seringkali dianggap sebagai takdir biologis yang hanya ditentukan oleh angka di kartu identitas. Namun, penelitian terbaru di bidang dermatologi dan nutrisi mengungkapkan fakta yang lebih mengejutkan yaitu piring makan Anda adalah cermin masa depan kulit Anda. Fenomena penuaan dini kini bukan lagi sekadar masalah kosmetik, melainkan sinyal adanya kerusakan sistemik pada sel, jaringan, dan organ tubuh akibat pola makan yang keliru.
Di tengah gempuran makanan cepat saji dan gaya hidup serba instan, tubuh kita seringkali terpapar oleh senyawa jahat bernama AGES (Advanced Glycation End-products). Senyawa ini terbentuk ketika protein atau lemak bergabung dengan gula dalam aliran darah. Akibatnya, serat kolagen yang seharusnya lentur menjadi kaku dan rapuh, memicu kerutan, garis halus, hingga hilangnya volume wajah yang membuat seseorang tampak jauh lebih tua dari usia aslinya.

Gorengan seperti kentang goreng atau burger mungkin terasa memuaskan di lidah, namun mereka adalah "bom waktu" bagi elastisitas jaringan. Menurut Kseniya Kobets, MD, ahli dermatologi kosmetik, makanan olahan kehilangan hampir seluruh kapasitas antioksidannya. Tanpa antioksidan, tubuh kehilangan perisai untuk melawan radikal bebas, sehingga proses perbaikan luka dan regenerasi sel kulit terhenti.
 Jerat Manis ‘Sugar Rush’

Gula adalah katalisator utama pembentukan AGEs. Konsumsi gula tinggi dari donat, soda, atau kopi kekinian tidak hanya merusak tekstur kulit secara langsung, tetapi juga berdampak pada kesehatan kardiovaskular. Obesitas yang dipicu oleh diet tinggi gula menciptakan peradangan kronis tingkat rendah dalam tubuh yang mempercepat degradasi sel di seluruh organ.
Bahaya di Balik Aroma ‘Smoky’ 

Daging panggang yang sampai gosong memang memiliki aroma menggoda, namun bagian hitam tersebut mengandung amina heterosiklik. Memasak pada suhu ekstrem tidak hanya merusak nutrisi makanan tetapi juga menciptakan zat yang bersifat pro-inflamasi. Kerak hitam pada makanan adalah sumber AGEs murni yang langsung menyerang kekenyalan kulit Anda.
Natrium Bisa Curi Kelembaban Sel

Garam atau natrium dalam dosis tinggi menyebabkan retensi air yang membuat wajah tampak bengkak (puffy). Lebih dari itu, pada tingkat seluler, natrium berlebih memicu stres oksidatif. Ketidakseimbangan ini merusak DNA sel dan menghambat kemampuan kulit untuk menghidrasi dirinya sendiri secara alami dari dalam.

Mentega dan Lemak Trans

Mentega tinggi akan lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kolesterol dan memicu peradangan sistemik. Selain itu, mentega memiliki titik asap (smoke point) yang rendah. Ketika digunakan untuk menumis pada suhu tinggi, ia cepat teroksidasi dan menghasilkan radikal bebas yang menyerang membran sel kulit.(tim Uinsa berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.