SURABAYA ( LENTERA ) - Tahun 2026 Makeup kembali menjadi media ekspresi. Dari tampilan estetika yang minimalis menjadi tampilan yang lebih berani, eksperimental, dan tetap menyatu dengan kulit asli.
Mulai dari editorial global, warna yang intens, tekstur yang futuristik, dan detail personal yang mendominasi wajah para model yang terlihat sangat jelas pada panggung New York Fashion Week.
Tahun 2026 disebut-sebut sebagi tahun kebangkitan makeup yang tidak lagi seragam, namun menonjolkan karakter dan kebebasan berekspresi.
Natural glam, dalam trend makeup 2026 meskipun warna dan tekstur semakin berani trend makeup ini justru lebih bergerak ke arah yang lebih realistis dan halus. Makeup artist Kyle Andreson mengatakan pendekatan pada skin-first masih bertahan, tetapi saat ini dilengkapi dengan sentuhan yang galm dan yang lebih modern dan terkontrol.
“Kita sudah meninggalkan minimalisme ekstrem, sekarang kulit terlihat alami tetapi dipoles secara strategis,” ujar Anderson kepada cosmopolitan. Trend ini sama dengan prediksi menurut Vogue Arabia yang menyebut complexion 2026 yang mengarah pada elevated base, yaitu kulit yang sehat dan mempunyai tekstur yang nyata, bukan kilap yang berlebihan.
Blur Lips, garis bibir yang tegas mulai ditinggalkan, dan digantikan oleh bibir dengan mempunyai efek blur, lembut, dan terlihat seperti warna yang alami dan warnanya sedikit luntur.
Andreson menyebut trend ini sebagai “Makeuout lips”, dimana “lip liner” dibaurkan sehingga warna bibir terlihat lebih hidup, sensual dan tidak terlihat kaku. Penerapan ini mencerminkan pergeseran dari makeup yang lebih terasa lived-in atau lebih hidup dan bukan makeup yang presisi.
Eyeshadow multichrome, setelah didominasi dengan warna yang netral, riasan mata di tahun 2026 kembali eksploratif setelah bertahun-tahun. Dikutip dari Instyle, mascara yang berwarna cerah, eyeshadow yang multichrome, dan efek shimmer kosmik akan menjadi sebuah elemen utama yang menjadi tampilan mata.
CEO makeup artist Danessa Myricks mengatakan, perubahan warna di era mata adalah sebuah cara yang mudah untuk menghidupkan wajah tanpa harus mengubah seluruh tampilan. “Mengganti maskara hitam dengan biru atau plum bisa langsung mengubah karakter wajah,” ujar Myricks.
Y3k dan nuansa futuristik, estetika Y3K menjadi sebuah benang merah trend pada 2026, memadukan nostalgia awal tahun 2000-an dengan sebuah sentuhan teknologi dan imajinasi dari masa depan.
Andreson menyebutnya pengaruh AI dan visual digital yang mendorong adanya shimmer, lipstik frosted, dan liner grafis yang terasa modern.
Trend ini juga terlihat dari meningkatnya sebuah popularitas highlighter krom, eyeshadow douchrome, dan tekstur holografik.
Layering blush, blush tetap menjadi elemen paling penting, tetapi di tahun 2026 penggunaanya lebih berlapis dan lebih fleksibel.
Myricks menyamakan trend layering blush dengan trend layering parfum, yang mana sebuah warna berani dipadukan dengan shade yang netral supaya
tetap wearble. Penerapan ini memberikan ruang agar wajah bisa bereksplorasi dengan bebas.
Minimalis with a twist, bagi sebagian pecinta look makeup yang simpel, tahun 2026 tetap menyedian ruang melalui konsep minimalism with a twist.
Menurut Drita Paljevic dari Kevyn Aucoin Beauty, kulit yang bersih, dan alis rapi akan dipadukan dengan satu detail yang mencolok, seperti garis linier grafis atau bibir yang burgundy dan lembut.
Trend ini menegaskan bahwa makeup 2026 ini bukan soal berlebihan, tetapi tentang pilihan yang dipilih secara sadar dan personal. (Itqiyah_UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)




.jpg)
