07 February 2026

Get In Touch

'Buka Pintu' untuk Jamaah Harlah 1 Abad NU, Gereja di Kota Malang Rela Kurangi Jadwal Ibadah

Ilustrasi: Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang, Jalan Besar Ijen Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang, Jalan Besar Ijen Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Sejumlah gereja di Kota Malang membuka pintu untuk jamaah Mujahadah Kubro peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7-8 Februari 2026.

Bahkan, demi memberi ruang bagi para jamaah, gereja-gereja tersebut rela mengurangi jadwal ibadah rutinnya sebagai wujud toleransi lintas agama.

Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang, Melva Sitompul, mengatakan pihaknya membuka gereja sebagai bentuk persaudaraan kepada sesama warga Indonesia yang tengah mengikuti kegiatan keagamaan berskala besar tersebut.

"Kami sebagai teman, sahabat untuk saudara kita yang dari NU, kami membuka pintu gereja kami ini sebagai tempat istirahat sementara untuk para peserta. Rencananya akan berdatangan mulai nanti sore," ujar Melva, Sabtu (7/2/2026).

Dijelaskannya, bantuan utama yang disiapkan adalah tempat beristirahat. Area gereja, baik di lantai atas maupun bawah, disiapkan dengan kursi yang mampu menampung sekitar 300 orang.

Jika jumlah tersebut belum mencukupi, Melva mengaku pihak gereja juga menyiapkan lokasi tambahan di bangunan baru yang daya tampungnya lebih dari 300 orang.

Selain tempat, HKBP Malang juga menyiapkan makanan ringan, air mineral, serta fasilitas kamar mandi dan toilet bagi jamaah yang singgah. "Gerbang gereja dibuka mulai Sabtu sore, namun akan ditutup sementara setelah pukul 20.00 WIB. Keesokan paginya, gereja kembali dibuka pukul 07.30 WIB," katanya. 

Melva menuturkan, keputusan membantu jamaah NU dilandasi semangat persaudaraan dalam bingkai kebangsaan. 

Ia juga menyebut, sebagai warga pendatang yang telah diterima di Kota Malang, pihak gereja merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membantu masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat selama kegiatan berlangsung.

Meskipun hal tersebut berdampak pada jadwal ibadah di HKBP Malang yang turut disesuaikan. Dari yang biasanya menggelar Sekolah Minggu serta ibadah pukul 07.30, 10.00, 15.00, dan 17.00 WIB, kini hanya dilaksanakan dua kali, yakni pukul 15.00 dan 17.00 WIB. 

"Ibadah tiga kali itu kami tutup sementara supaya teman-teman kita bisa beristirahat di sini," jelas Melva.

Diketahui, hingga (6/2/2026), tercatat lebih dari 104 ribu jamaah telah mengonfirmasi kehadiran dalam Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana.

Dukungan serupa juga datang dari Gereja Katedral Ijen. Uskup Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, menyampaikan gereja menyiapkan minuman, makanan ringan, toilet, tempat beristirahat, hingga pemanfaatan videotron sebagai bentuk partisipasi.

"Kami ikut bergembira, kami berharap semua berjalan lancar, tidak ada halangan apapun," ujar Pidyarto.

Ditambahkannya, jadwal ibadah di gereja dan sejumlah gereja lain di sekitar Stadion Gajayana juga ditiadakan sebagian. Di Gereja Katedral Ijen, menurutnya ibadah hanya dilaksanakan pada Minggu sore pukul 16.30 dan 18.30 WIB. "Dua kali ibadah pada Sabtu sore dan dua ibadah Minggu pagi ditiadakan," katanya. 

Menurut Pidyarto, langkah tersebut merupakan wujud semangat toleransi yang selama ini terjaga di Kota Malang. "Ini salah satu bentuk dari toleransi kami. Ini event besar, kami bisa memahami, dengan senang hati kami bekerja sama," tuturnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.