JAKARTA (Lentera) - Sejumlah pimpinan organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dan tokoh Islam menemui Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Mereka akan membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
BoP dalah badan pengawas multilateral yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada 15 Januari 2026 untuk mengawasi pelaksanaan Rencana Perdamaian Gaza dan Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejumlah tokoh Islam yang sudah hadir yakni, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, Wakil Ketua MUI Cholil Nafis, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan.
Kemudian, Ketua Umum Hidayatullah Naspi Arsyad, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawangsa, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Selain itu, Pimpinan Muhammadiyah dan Syarikat Islam juga dikabarkan akan hadir dalam pertemuan tersebut.
"Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengenai pembicaraan mengenai BoP. Penjelasan-penjelasan akan dilajukan seputar isu tersebut," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026) melansir liputan6.
Sugiono mengaku diminta Presiden Prabowo untuk hadir dalam pertemuan dengan tokoh Islam. Sugiono akan menjelaskan kepada tokoh Islam soal organisasi Board of Peace.
"Kita dipanggil oleh Bapak Presiden dalam rangka juga menghadiri pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh islam yang siang ini diundang oleh Bapak Presiden di Istana untuk membicarakan beberapa hal," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain soal kondisi dalam negeri, dia menuturkan salah satu hal yang dibahas yakni, soal Board of Peace.
"Tentunya ya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri," tutur Teddy.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan pertemuan tersebut merupakan bentuk silaturahmi antara Presiden Prabowo dengan tokoh Islam. Menurut dia, Prabowo akan memberikan informasi aktual kepada para ulama terkait kondisi terkini.
"Mungkin Bapak Presiden akan memberikan informasi-informasi yang aktual kepada para ulama kita. Tapi pada sisi yang terbalik juga mungkin ulama-ulama kita juga akan memberikan masukan kepada Presiden sebagai umara. Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya," jelas Nasaruddin. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
