03 February 2026

Get In Touch

Cegah Lonjakan PMK, Pemkab Trenggalek Kebut Vaksinasi

Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek menyuntikkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada sapi milik peternak sebagai upaya pencegahan penularan PMK.
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek menyuntikkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada sapi milik peternak sebagai upaya pencegahan penularan PMK.

TRENGGALEK (Lentera) - Puluhan ekor sapi di Kabupaten Trenggalek terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak akhir 2025. Untuk menekan penyebaran, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Peternakan dan Perikanan setempat menggeber vaksinasi massal dengan dukungan ribuan dosis vaksin dan tim vaksinator yang diterjunkan ke lapangan.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek mencatat kasus PMK menyerang hewan ternak warga sejak Desember 2025 hingga Januari 2026. Selain vaksinasi, upaya pengendalian dilakukan melalui pengobatan ternak sakit dengan pemberian disinfektan dan vitamin, serta pencegahan pada ternak sehat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, mengatakan daerahnya mendapat alokasi 12 ribu dosis vaksin PMK yang mulai diaplikasikan awal Februari ini.

“Mulai hari ini kita aplikasikan vaksin ke sapi dan kambing. Ada tujuh tim vaksinator yang terjun dan akan bekerja selama 40 hari ke depan, setiap hari Senin sampai Jumat,” kata Ririn, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, Disnakkan menargetkan seluruh stok vaksin tersebut dapat habis pada Februari hingga Maret 2026. Pemerintah daerah juga bersiap menyambut droping vaksin PMK tahap kedua yang dijadwalkan pada akhir Maret mendatang.

“Bulan puasa pun kita tetap jalan vaksinasi. Nanti akhir Maret kita akan mengambil lagi vaksin PMK, tapi untuk jumlah dosisnya masih menunggu informasi dari provinsi,” ujarnya.

Ririn berharap para peternak mendukung program vaksinasi dengan tidak menolak pelaksanaan di lapangan. Ia mengakui, penolakan pemilik ternak masih menjadi tantangan yang kerap ditemui.

“Saya harapkan semua peternak mau, karena pengalaman beberapa tahun terakhir, penolakan vaksinasi masih cukup banyak,” ucapnya.

Berdasarkan data Disnakkan, PMK dilaporkan mulai merebak di Trenggalek sejak Desember 2025. Kasus pertama terdeteksi di Desa Siki, Kecamatan Dongko, dengan tujuh ekor sapi milik lima peternak terinfeksi PMK.

“Pada Desember sudah mulai muncul beberapa kasus. Di Desa Siki tercatat tujuh ekor sapi yang terserang PMK,” kata Ririn.

Dari jumlah tersebut, satu ekor sapi anakan atau pedhet dilaporkan mati akibat penyakit PMK.

Kemudian pada bulan Januari 2026 penyebaran PMK kembali meluas dengan total 22 kasus baru yang seluruhnya menyerang sapi potong di sejumlah wilayah.

“Pada Januari, satu kasus kembali muncul di Desa Siki dan saat ini sudah sembuh. Kemudian di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, terdapat 11 ekor sapi yang masih dalam proses penyembuhan. Sementara di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, ada 10 ekor sapi yang juga masih dalam tahap pemulihan,” tutupnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.