17 January 2026

Get In Touch

Wagub Jatim: Terdampak Keracunan MBG di Mojokerto Mencapai 411 Siswa

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memberikan pernyataan pada media.
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memberikan pernyataan pada media.

SURABAYA (Lentera) - Siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Mojokerto sejak 11 Januari 2026 lalu mencapai 411 siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Dari jumlah tersebut masih ada tiga siswa yang dalam pantauan di rumah sakit.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan jumlah tersebut berdasarkan laporan terakhir yang diterima pada Kamis (15/1/2026). "Jumlah siswa yang terdampak kejadian tersebut mencapai 411 orang, namun kini hanya tinggal tiga siswa yang masih dipantau perkembangan kondisinya di rumah sakit," katanya Jumat (16/1/2026). 

Lebih lanjut Emil menyebutkan pada 11 Januari lalu ada 261 siswa yang terdampak. Kemudian pada tanggal 13 Januari meningkat menjadi 404 siswa. Jumlah tersebut bertambah dan pada 14 Januari mencapai 411 siswa."

"Total berhenti di situ angkanya. Dari 411, semua yang sudah pulang per hari ini bertambah 74 jadi 408. Nah, yang tiga ini bisa jadi yang kemarin tanggal 14 Januari baru masuk (rumah sakit). Jadi jangan diasumsikan yang tiga dari awal masuk tidak sembuh-sembuh," terangnya. 

Dalam kasus ini, lanjut Emil, penanganan medis dilakukan secara optimal. Penanganan juga sesuai dengan domisili dari masing-masing siswa. 

Terkait dengan kejadian ini, Emil mengaku Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai leading sektor pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kami berkomunikasi dengan Direktur Pemantauan Pengawasan BGN untuk menyampaikan informasi Mereka punya mekanisme, tim dari Grobogan telah bergerak beberapa hari yang lalu mendalami situasi di Mojokerto," katanya.

Tim BGN juga sudah terjun guna melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab keracunan tersebut. "Sudah ada tim yang melakukan investigasi, tapi hasilnya nanti akan disampaikan langsung oleh BGN," ujar Emil. 

Emil melanjutkan, yang paling penting dilakukan dalam penyelidikan ini adalah memastikan akar masalah ini betul-betul untuk memastikan insiden serupa tidak terulang. 

"Sangat banyak jumlah SPPG dan satu yang mungkin memiliki kejadian di waktu yang dekat kemarin ini tetapi ini akan dianggap sebagai suatu yang fundamental dan ditindaklanjuti dengan sebaik mungkin oleh BGN," tutupnya. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.