17 January 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Siapkan Kayutangan hingga Area Hotel Jadi Titik Operasional Becak Wisata Listrik

Ilustrasi: Pengayuh becak di Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Pengayuh becak di Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan sejumlah titik strategis sebagai lokasi operasional becak wisata listrik yang akan melayani wisatawan. Salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi titik operasional adalah Kayutangan Heritage, disusul area hotel, dan penginapan di Kota Malang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan pihaknya memperoleh bantuan 200 unit becak listrik dari program Presiden Prabowo Subianto yang akan diintegrasikan dengan program Becak Wisata dari Wali Kota Malang.

"Alhamdulillah Kota Malang mendapatkan bantuan 200 unit becak listrik yang nantinya antara lain diperuntukkan untuk melayani wisatawan yang datang ke Kota Malang. Pak Wali Kota mengintegrasikan bantuan ini dengan program Becak Wisata," ujar Baihaqi, Jumat (16/1/2026).

Untuk mengoptimalkan kualitas layanan, Baihaqi mengaku pihaknya telah beberapa kali melakukan forum group discussion (FGD) bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Diskusi tersebut membahas standar pelayanan agar pengayuh becak wisata mampu memberikan pengalaman wisata yang baik bagi pengunjung.

"Kami sudah beberapa kali FGD dengan HPI. Kami diskusikan bagaimana nanti agar pengayuh becak yang mendapatkan distribusi becak wisata ini juga bisa melayani wisatawan dengan baik," jelasnya.

Terkait lokasi operasional, Baihaqi menyebut saat ini pihaknya masih merumuskan titik-titik penempatan becak wisata listrik. Selain Kayutangan Heritage, sejumlah hotel dan penginapan juga masuk dalam skema sebagai bagian dari layanan paket wisata.

"Ada di beberapa titik nantinya. Yang saat ini sedang kami rumuskan, salah satunya di Kayutangan Heritage. Nanti juga mungkin ada di beberapa titik hotel, segala macam penginapan, sehingga harapannya nanti akan menjadi layanan paket wisata," katanya.

Menurut Baihaqi, saat ini Pemkot Malang tengah mempersiapkan proses pendistribusian becak listrik tersebut. Disporapar bekerja sama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) untuk melakukan pendataan calon penerima bantuan.

Pendataan dilakukan secara ketat dengan sejumlah persyaratan. Baihaqi menegaskan, penerima bantuan wajib ber-KTP Kota Malang dan sebelumnya berprofesi sebagai pengayuh becak manual. Ketentuan tersebut diterapkan untuk menghindari potensi permasalahan sosial di kemudian hari.

"Syaratnya harus ber-KTP Kota Malang dan sebelumnya memang berprofesi sebagai pengayuh becak manual. Karena harapannya jangan sampai nanti adanya becak listrik 200 unit ini akan menjadi permasalahan, kemacetan, dan segala macam," tutur Baihaqi.

Ditambahkannya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Malang agar bantuan dari pemerintah pusat benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi tata kota.

Sementara itu, Baihaqi mengakatakan seluruh unit becak listrik bantuan pemerintah pusat tersebut telah tiba di Kota Malang. Sebanyak 100 unit disimpan sementara di Stadion Gajayana, sedangkan 100 unit lainnya berada di kawasan Islamic Center, Kecamatan Kedungkandang.

Untuk jadwal pendistribusian resmi, pihaknya mengaku masih menunggu koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat. Baihaqi berharap proses distribusi dapat segera dilakukan agar becak wisata listrik bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan wisatawan.

"Harapan kami, ya mudah-mudahan nanti akhir Januari 2026 ini sudah bisa di distribusikan supaya bisa segera dimanfaatkan," pungkasnya. 

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.