01 September 2025

Get In Touch

Penyerangan Polres Blitar Kota dan Pembakaran Kantor DPRD, 143 Pelaku Ditangkap serta 14 Polisi Terluka

Ratusan pelaku penyerangn Polres Blitar Kota dan pembakaran Kantor DPRD Kediri hingga Blitar yang ditangkap. (foto:ist)
Ratusan pelaku penyerangn Polres Blitar Kota dan pembakaran Kantor DPRD Kediri hingga Blitar yang ditangkap. (foto:ist)

BLITAR (Lentera) - Ratusan orang pelaku penyerangan Mapolres Blitar Kota di Jalan PB Sudirman, Kota Blitar dan pembakaran Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kediri dan Kota Kediri, Sabtu (30/8/2205) tadi malam berhasil diamankan polisi.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly menyampaikan kejadian penyerangan Mapolres Blitar Kota tadi malam sangat anarkis, dan tidak bisa ditolerir.

"Kedepan kami mengajak seluruh masyarakat Kota Blitar, agar tidak terprovokasi oknum-oknum yang memanfaatkan anak-anak dibawah umur dan remaja sebagai alat," ujar AKBP Yudho didampingi tokoh agama dan ulama di Mapolres Blitar Kota, Minggu (31/8/2205) sore.

Anak-anak dan remaja yang diamankan sebagain besar dalam kondisi sehat, rata-rata mengkonsumsi minuman keras dna narkoba. Diketahui setelah dilakukan tes urin, bahkan ada yang belum sadar sampai saat ini. Sehingga belum bisa diperiksa, ditunggu dan diberikan pengobatan sampai sembuh.

Adapun jumlah total pelaku penyerangn dan pembakaran 143 orang, ada anak-anak dan remaja tapi sebagian besar dewasa. Dari total itu, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Apa yang dilakukan ratusan massa tadi malam bukan demonstrasi, penyampaian pendapat itu diatur dan waktunya juga diatur paling lambat jam 18.00 WIB. Sedangkan yang terjadi kemarin, massa datang langsung melakukan penyerangan Polres Blitar Kota," jelasnya.

Setelah diamankan, massa ini yang sebagian besar melakukan pembakaran di Polres Kediri Kota, DPRD Kota Kediri, DPRD Kabupaten Kediri, Kantor Samsat Kediri dan DPRD Kabupaten Blitar.

"Dari sini bisa dilihat, provokasi sudah masuk. Mari kita jaga Kota Blitar ini, karena yang dirusak fasum, masyarakat jadi takut dan mengendarai motor dengan kondisi mabuk," tandasnya.

Bahkan diungkapkannya, pelaku tidak hanya dari Blitar tapi luar daerah. Diantaranya dari Jawa Tengah ada 5 orang, dan baru saja beberapa hari masuk ke Blitar.

Sehingga patut diwaspadai penyusup yang masuk ke wilayah hukum Porles Blitar Kota ini, secara persuasif mengajak seluruh eleman masyarakat jangan terprovokasi dan untuk orang tua turut menjaga serta mengawasi anaknya.

Dalam peristiwa penyerangan Mapolres Blitar Kota, dikatakan AKBP Yudho sebanyak 14 orang anggotanya terluka. Ada kena bacok, lemparan batu, ditembak senapan angin.

"Sehingga jelas ini bukan demonstrasi tapi penyerangan, maka sudahlah mari kita jaga Kota Blitar ini. Kota Proklamator, kota penuh perjuangan," tegasnya.

Mengenai motif pembakaran dan lainnya, AKBP Yudho mengaku proses pemeriksaan dan pendalaman sedang berjalan. Detailnya belum bisa disampaikan, tapi pengakuannya kelompok ini yang melakukan pembakaran di Kediri dan Blitar.

Sedangkan pelanggaran tindak pidananya, menurut AKBP Yudho ada beberapa seperti pengerusakan dan penyerangan terhadap petugas.

Disinggung tindakan tegas sesuai instruksi Kapolri, diakui AKBP Yudho kalau tindakan tegas tersebut sudah lama diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 tahun 2029 tentang penggunaan kekuatan.

"Ada tahapannya, mulai himbauan, water canon kemudian diingatkan dengan gas air mata. Kalau membahayakan jiwa raga, harta benda dan markas kami bisa bertindak tegas," pungkasnya.

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.